Audiensi dengan Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi ( Diskusi dan koordinasi 3 Bulanan Bersama Badan Publik ) dilaksanakan di Kantor Kepala Dinas.

 

Kegiatan ini diikuti oleh Komunitas Buruh Migran Blambangan, Pengurus Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banyuwangi, Pemerintah Desa yang diwakil pemerintahan Desa Tapanrejo, dan Dinsosnakertrans Kabupaten Banyuwangi.

 

Indikator dari kegiatan Audiensi adalah Terwujudnya koordinasi dan audiensi oleh Komunitas Bumi Blambangan,Pemerintah Desa dan badan publik salah satunya adalah Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi.

Hasil dari kegiatan audiensi adalah sebagai berikut:

 

  1. Perkenalan dan Pembukaan oleh Moderator Wawan Kuswanto

Dalam perkenalan awal ini Wawan Kuswanto menyampaikan tujuan dari kegiatan audiensi. Maksud dari kegiatan auidensi ini adalah ingin menyampaikan hasil kerja kami dan diskusi kami terkait distribusi informasi yag diajukan oleh pemerintah desa bersama komunitas Bumi Blambangan. Beberapa kebutuhan informasi yang diajukan nantinya akan disambung oleh teman- teman peserta audiensi.

 

Moderator memperkenalkan satu- satu peserta mulai dari Pemerintah Desa yang diwakili oleh Suryoatmojo selaku Kepala Desa Tapanrejo, beserta  Audi Yuandrianto selaku Kepala Urusan Umum Desa Tapanrejo. Dari perwakilan Komunitas Bumi Blambangan di wakili oleh Setyorini Ketua Kelompok TKI CBO Rengganis, Tim Redaksi Buruh Migran Agung Subastian, Exy Yudiawan, Mely Antina, dan Muhammad Guntur. Dari Pengurus SBMI Banyuwangi Wawan Kuswanto dan Heru Winarno.  Dan dari DINSOSNAKERTRANS diwakili oleh Alam Sudrajat Kepala Dinas Sosial, Joko Sugeng Raharjo Kepala Bidang Penta.

 

  1. Pemerintah Desa Tapanrejo oleh Suryoatmojo

Suryoatmojo selaku Kepala Desa Tapanrejo mengungkapkan bahwa beliau pihak desa mengalami  kesulitan dalam membimbing masyarakatnya khususnya yang menjadi TKI. Beliau juga menambahkan bahwa banyak warga desa ini yang terkena calo. Jadi informasi yang dari DINSOSNAKERTRANS ini setidak tidaknya satu bulan dan satu minggu itu dan informasi ini jelas sumbernya.

 

  1. Tim Redaksi Buruh Migran Blambangan oleh Agung Subastian

Agung Subastian sebagai Pimpinan Redaksi Buruh Migran Blambangan mengharapkan adanya komitmen dari Dinsosnakertrans untuk terlibat dan berkolaborasi dengan pemerintah desa dan komunitas TKI, baik dalam hal penyediaan informasi, penanganan kasus, maupun kegiatan pemberdayaan TKI di desa.

Beberapa informasi yang komunitas Bumi Blambangan butuhkan untuk disampaikan kepada masyarakat antara lain info job order atau data pengantar rekrut, rilis PPTKIS yang resmi beroperasi di Banyuwangi, negara- negara yang memiliki MoU dengan Indonesia dan beberapa permintaan informasi yang sudah kami rangkum dalam surat permintaan informasi dan sudah komunitas kirim ke Dinsosnakertrans.

 

  1. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi

Dalam sambutanya Kepala Dinas  menjelaskan situasi masalah TKI ini diibaratkan sebagai satu sisi mata uang berbeda satu satu sama lain tapi saling keterkaitan. Satu sisi maasalah TKI pulang bawa uang bisa membangun rumah punya suaha itu adalah kabar- kabar yang mengenakan. Tapi satu sisi  bayak yang mengalami permasalahan, baik yang di dalam negeri dan juga diluar negeri. oleh sebab diperlukan upaya pemerintah dalam mengeliminir permasalahan ini.

 

Kepala dinas  mengapresiasi kepala desa dan komunitas TKI yang peduli terkait dengan nasib TKI. Tentunya dalam rangka mencari solusi yang terbaik termasuk para TKI kita bagaimana kalau bisa permaslahan ini zero.  Tentunya perlu adanya upaya yang sinergis antara pemerintah dan keterilbatan dari kepala desa. Kepala desa yang tahu warganya yang akan keluar negeri jangan sampai tidak. Oleh sebab itu permintaan yang diminta oleh kepala desa adalah bukan sesuatu yang luar biasa tapi itu adaah hal yang wajar. Kepaa Dinas mengaharapkan kepada kepala bidang penta Joko Sugeng untuk kebutuhan- kebutuhan yang diminta oleh komunitas dan pemerintah desa, agar memberikan informasi secara rutin mialnya terkait dengan rekrutmen atau juga prosedur penanganan TKI yang bermasalah. Salah satu contoh ada matan TKI yang dari Songgon  yang sakit di Riyard. Pihak Dinsosnakertrans sudah mengirim surat ke kementerian luar negeri dan sudah cek lagi dan berkirim surat lagi ke kementerian .

 

Menurutnya karena masyarakat hanya tahunya kepala dinas, padahal ruang lingkup pada kewenangan kepala dinas ini terbatas hanya di kabupaten. Kewenangan TKI yang diuar negeri adalah domainya dari kementerian luar negeri. makanya Kepala Dinas mengirimi surat ke kemeterian luar negeri sehingga TKI yang bermasalah itu di pulangkan ke Banyuwangi. Disini sudah siap tapi yang namanya keluarga bagaimana caranya untuk segera pulang. Kita sudah menempuh upaya- upaya tapi alhamdulilah sejak tahun 2013 kasus yang di Saudi Arabia, bahwa TKI kita di Banyuwangi ini dibawah pemerintah bupati Abdulah Azwar Anas telah melakukan langkah- langkah kebijakan. Bahwa TKI yang sakit ini ditangani oleh Rumah Sakit Umum daerah  Blambangan dan Rumah Sakit Umum daerah Genteng. Dan ini harus disampaikan tidak semua kabupaten bahkan Jawa Timur bahkan Indonesia.

 

Menurutnya TKI ke luar negeri ini untuk mencari penghidupan dan mengingkatkan taraf hidupnya. Ketika Sakit kesini kemudian tidak mungkin diserahkan kepada keluarganya. Bahkan keluarganya tidak mampu. Biasanya kalau dipulangkan kesini dalam kondisi sakit stroke .

 

Rencana Tidak lanjut dari Audiensi adalah kedepan informasi melalui buletin bumi blambangan ini penyebaranya tidak hanya di desa Tapanrejo dan desa Sidorejo tapi kalau bisa di seluruh desa di Kabupaten Banyuwangi dan bahkan luar Kabupaten juga. selain itu juga Dinas sosial akan selalu akan mengirim informasi melalui bdiang penta kepada desa. jika ada yang perlu persoalan di desa, Kepala Desa juga dapat langsung menghubungi Kepala Dinas(Senin, 20 Juni 2016).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *