Diskusi bersama pemerintahan desa : Training jurnalis warga untuk perlindungan buruh migran

Kegiatan di fasilitasi oleh Ika Ningtyas (Aliansi Jurnalis Independen AJI Jember) dan Wawan Kuswanto (Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia SBMI Banyuwangi).

Peserta terdiri dari 25 orang perwakilan dari komunitas dan pemuda yang ada di Kabupaten Banyuwangi dan Jember.

Proses dari diskusi antara lain:
1. Pada sesi pembukaan ini dibuka lagi oleh Kepala Desa Tapanrejo, beliau mengucapkan terimakasih atas inisiatif untuk mengadakan acara pelatihan jurnalis warga ini. Menurutnnya pentingnya informasi ini dirasakan oleh pihak pemerintah desa untuk memberikan layanan kepada masyarakat secara maksimal sehingga perlu adanya kolaborasi dengan partisipasi dari masyarakat dalam hal kelola informasi untuk dapat terdistribusikan dan diterima oleh masyarakat luas.
2. Pada Materi inti disampaikan oleh Ika Ningtyas dari AJI tentang situasi terkini buruh migran dan dilanjut pentingnya jurnalis warga. Ika Ningtyas juga menyampaikan kode etik dari jurnalis dan posisi dari jurnalis warga dalam perlindungan buruh migran.
3. Wawan kuswanto memberikan materi dalam hal praktek kemas ulang informasi menjadi sebuah berita. Dalam hal ini diawali bagaimana teknis dan manajemen pengelolaan kemas ulang informasi hingga menjadi sebuah berita. Kemudian mengajak peserta untukpraktek menulis berita seperti : peristiwa, kejadian, kisah inspiratif dan panduan
4. Peserta berbagi peran sebagai peliput, editor dan narasumber. Dari hasil tulisanya ini di evaluasi bersama dan nantinya dipublikasikan di masing- masing media yang dimiliki oleh peserta.

Dalam diskusi ini diperoleh kesimpulan bahwa komitmen dalam kelola informasi ini hendaknya dilakukan oleh semua pihak baik komunitas pemuda, buruh migran dan pemerintah desa. semua berkolaborasi dalam mendistribusikan informasi kepada masyarakat desa.

Hasil dari diskusi ini antara lain :
• Komitmen dari komunitas pemuda, komunitas buruh migran, komunitas masyarkaat lainya, dan pemerintah desa dalam perlindungan buruh migran melalui kelola informasi yang dibutuhkan masyarakat.
• Bentuk media informasi disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas dari komunitas. Seperti media online: website, media sosial, video streaming, audio streaming dan media offline: buletin,papan informasi, sosialisasi, kampanye dll.

Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah komunitas dapat berjejaring dalam hal pengelolaan informasi dan kemas ulang informasi untuk dapat diproduksi menjadi sebuah berita. Peserta dapat mengkampanyekan di desanya masing- masing khususnya dalam hal perlindungan buruh migran(Minggu, 7 Agustus 2016).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *