I. Apa itu SBMI?

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) adalah sebuah organisasi dengan keanggotaan buruh migran (calon buruh migran / , buruh migran saat bekerja di luar negeri, dan mantan buruh migran) dan keluarga buruh migran. Organisasi ini awalnya didirikan pada 23 Mei 2003 dengan nama Federasi Organisasi Buruh Migran Indonesia (FOBMI). Pada bulan Juni 2005, selama FOBMI konggres kedua yang diselenggarakan di Malang, format organisasi diubah menjadi serikat buruh migran, dan nama organisasi Serikat Buruh Migran menjadi Indonesia (SBMI) atau Serikat Buruh Migran Indonesia. Dengan demikian, organisasi telah bekerja dalam isu-isu buruh migran selama lebih dari 13 tahun.

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) adalah organisasi yang keanggotaannya terdiri dari calon buruh migran, buruh migran, mantan buruh migran dan kelaurganya.

Struktur SBMI terdiri dari Dewan Pimpinan Nasional, Dewan Pimpinan Wilayah, Dewan Perwakilan Luar Negeri, Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Desa.

Sejak berdirinya pada 25 Februari 2003, SBMI aktif melakukan advokasi kebijakan dan kasus termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang, pengorganisasian, pendidikan kritis, pemberdayaan dan layanan informasi.

II. Apa Visi dan Misi SBMI?

Visi
”Terwujudnya  harkat,  martabat  dan  kesejahteraan  buruh  migran  dalam rangka membangun kemandirian, kritis dan makmur berdasarkan prinsip- prinsip demokrasi dan keadilan gender”.

Misi
1. Untuk membentuk solidaritas antara buruh migran Indonesia
2. Untuk meningkatkan posisi tawar buruh migran Indonesia
3. Untuk memperjuangkan hak dan kepentingan buruh migran Indonesia.
4. Untuk membangun kesadaran kritis buruh migran Indonesia.
5. Untuk mengatasi kasus yang dihadapi oleh buruh migran Indonesia
6. Untuk meningkatkan kapasitas buruh migran Indonesia

III. Apa yang diperjuangkan SBMI?

Memperjuangkan aspirasi, hak dan kepentingan anggota;
Menumbuhkan solidaritas dan persatuan antar sesama buruh migran
Untuk mencapai kesejahteraan dengan kondisi kerja yang layak sesuai dengan harkat dan martabat manusia dalam suatu sistem ketatanegaraan yang demokratis, berkepastian hukum, terjamin hak-hak azasi manusia yang berkeadilan sosial dan anti diskriminasi.

IV. Prinsip SBMI

1. Menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan negara
2. Nirlaba
3. Non partisan
4. Anti diskriminasi
5. Independen

V. Nilai

1. Kejujuran
2. Keterbukaan
3. Kesadaran
4. Kesetaraan
5. Independence
6. Konsisten
7. Kemitraan

VI. Strategi
1. Membangun kesadaran berjejaring melalui pengorganisasianburuh migran Indonesia (BMI);
2. Memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin membela hak-hak BMI;
3. Meningkatkan diskusi antara anggota dengan keterbukaan, konsisten, jujur, etis untuk meraih konsensus terbaik;
4. Membangun hubungan sinergi dengan organisasi terkaitberdasarkan saling profesionalisme;
5. Untuk inisiatif lembaga keuangan yang akuntabel bagi BMI;
6. Untuk membantu dan meningkatkan kapasitas BMI dalam aspek ekonomi melalui penggunaan remittance dan melalui pelatihan untuk membangun kemandirian;
7. Untuk memberikan bantuan bagi BMI yang menjadi korban TPPO;
8. Untuk melakukan analisis dan penelitian tentang kebijakan pemerintah dalam perlindungan BMI;
9. Untuk membuka akses informasi kepada stakeholder terkait pada proses migrasi yang aman;
10.Pendokumentasian kegiatan dan masalah untuk tujuan evaluasi organisasi yang akan digunakan sebagai arah organisasi;